Featured Posts

Life to share Rss

Penyakit itu bernama gemuk

Posted on : 02-11-2010 | By : admin | In : motivasi

0

salah satu penyakit orang modern, overweight alias ‘kegemukan’. di atas 50% orang modern, terutama yg tinggal di perkotaan punya gejala kegemukan.

Dulu saat kita kecil, untuk disebut orang sehat, salah satu syaratnya harus gemuk. Kini semua berbalik, malah kurus(ceking, jangkis-istilah pemakai karena terlalu kurusnya) jadi tren. Ada banyak terapipengobatan untuk bisa menjadi kurus. Terlebih di dunia modeling, yg mengutamakan penanpilan badan, ini jadi prasarat utama.

Gemuk dan kegemukan biasanya berangkat dari pola makan yg tidak terkontrol, baik porsi,jenis maupun waktunya. Ketidakdisiplinan melahirkan pola asupan gizi yg dibutuhkan tubuh tidak berimbang. Antara yg diperlukan dengan ketersedian tidak berimbang.

Belantara web

Posted on : 02-11-2010 | By : admin | In : dunia blog

0

Internet belangan menjadi hal lumrah di kalangan generasi muda kita. Facebook, e-mail, browsing menjadi ikon baru tren budaya kita. Ikon ini bikin gaya tidaknya seorang.

Tren komunikasi memang dah berlangsung lama. Semenjak booming SMS beberapa tahun lalu, kini Facebook mulai menggeser posisi SMS. Bermodalkan Hp dengan harga terjangkau seorang bisa ber-Facebook-ria dimanapun berada.memperbaharui status. Men-tag gambar dan tulisan dimana saja kapan saja.

Kemudahan ini membuat sekat kehidupan antar masyarakat semakin terbuka. Efek positifnya, seperti yang pernah dibilang teman saya, adanya saling pengertian antar masyarakat. Berburuk sangka dan asumsi2 prejudis dapat dihindarkan berkat komunikasi yang terbangun via medium ini.

Tapi internet punya sistem yang disebut ‘jendela’. Ketika kita menklik satu link, kita masuk pada halaman web berbeda, atau masuk ke halaman berbeda di web yang sama. Memasuki wilayah lain dengan hanya mengklik link , sekali waktu membuat kita lupa pada tujuan awal kita browsing. Apatah lagi saat web yang kita masuki berbeda dari web yang pertama kali kita tuju. Belum lagi jebakan-jebakan link web yang tanpa sadar melenakan pengunjung pada rencana awal ia surfing.

Agar tak tersesat ada beberapa tips yang perlu diperhatikan :

  1.  Biasakan membawa note kecil disebelah. Notes ini sebagai guidance kita saat surfing. Tulislah item dan web address yang akan kita kunjungi.
  2. Andai membuka link, tetaplah berkonsentrasi pada web awal yang kita buka. Link yang kita buka berikutnya angap saja sebagai ‘penjelasan’ terhadap web yang kita buka.
  3. Tetaplah fokus pada web utama tujuan kita surfing.

Sering saya mendengar cerita surfer pemula yang tersesat di belantara web. Setiap kali browsing tak pernah fokus, selalu saja berputar-putar kemana-mana. Seakan ‘dipaksa’ memasuki halaman web lain yang tak diinginkan, terus semakin jauh semakin jauh. Sampai akhirnya tersesat. Lost on the junggle.

Agar tak tersesat pada jebakan link web, beberapa tips diatas bisa dipertimbangkan. Tersesat di web memang tidak membuat kita kebingungan dan sesak napas. Tapi setidaknya sudah banyak membuang waktu kita dan membuat surfing kita sia-sia, tanpa ada hasil yang kita dapat.

saya tidak berbakat

Posted on : 02-11-2010 | By : admin | In : motivasi

0

Dua kali sy menemukan kalimat itu. Pertama, pada orang lain, saat sy tanya ke seorang teman, : ‘kenapa anda tidak segera menulis apa yang ada pikirkan? “saya tidak berbakat” jawabnya. Kedua, pada diri sendiri, saat saya ditanya seorang, kenapa tidak belajar gitar klasik. “saya tidak berbakat” jawab saya. Temen yang bertanya ke saya, menambahkan, merasa tidak berbakat cenderung fatalistik, menyerah sebelum berbuat. Padahal keberhasilan itu tidak melulu didasari bakat seorang, keberhasilan lebih banyak bertumpu pada seberapa kuat usahaseorang untuk mencapai tujuannya. Perasaan ‘kurang pede’ ini, bisa terjadi pada saya, teman saya juga kita semua.

Saat sekolah dulu, kita mempunyai teman dengan berbagai kemampuan. Ada yang pintar, sedang bahkan di bawah itu. Setelah sekian tahun tak bertemu, yang banyak berhasil justru sebaliknya, ada yang kita prediksi akan jadi orang hebat malah sebaliknya. Dan yang tak diperhitungkan malah berhasil. Lalu saya bertanya dalam hati, apa kuncinya. Ternyata keberhasilan yang mereka raih lebih banyak pada kerasnya usaha.

membaca Dee (Dewi Lestari)

Posted on : 02-11-2010 | By : admin | In : motivasi

0

Membaca dee (Dewi lestari)http://dee-idea.blogspot.com/ sama seperti membaca Jendral Abdul Haris Nasution. Keduanya punya kesamaan, intelektual yg “menyamar” menjadi dunia yg berbeda. Dee biasa dikenal, sosok beuty-smart yg jarang kita temuan, kesatuan dua anugrah tuhan pada satu sosok.

Lebih dari sekedar intelektual, dee bisa kita sebut filosof. Apa pasal, cara dia mengekplorasi gagasan menjelaskan bahwa dia bukan hanya sekedar memahami satu persoalan dengan analisis tajam tetapi juga menjelaskan betapa dia menguasai banyak disiplin pengetahuan.

Membangun kualitas diri sehebat Dee tidaklah mudah, selain bakat diri, dia juga pasti mengasahnya setiap saat, memformulasikan model dan melakukan ‘litle-execise’ terus-menerus, sampai pada satu situasi yg menyadarkan kita bahwa ada artis sekaliber dee. Exelence.

Hal menarik dari dee, dia bisa menyatukan dunia berbeda. Apa yg kita imagekan tentang artis yg hanya bermodal beuty without smart, dipupus dee. Buat dee menjadi artis, dan bergelimang materi tidak membuatnya lepas dari pengembangan kualitas diri. Tentu ia banyak menghabiskan waktu panjangnya pada pembelajaran tiada henti.

Dalam keseharian kita juga sering menemukan ‘kontradiksi’. Sepintas kita menyebutnya berlawan, tapi dalam dunia banyak orang yg sukses menyatukan dua tradisi berlawanan itu. Atau sebetulnya, hal yg kita anggap saling bertentangan sebetulnya tidak berlawanan, hanya karena kita sebagai makhluk yg slalu ingin melakukan ‘diferensiasi’ (mencari apa yg beda) membuat kita mengindentifikasi banyak hal dari sisi bedanya. Termasuk saat Adam di surga, apa yg membedakan manusia dengan lainnya. Karena adam mengajarkan nama2, yg tidak lain, identifikasi item atas sesuatu, yg itu jadi factor pembeda atas lainnya. Jadi kehebatan adam, yg kemudian diangkat menjadi khalifah disebabkan kemampuannya mengidentifikasi sesuatu dengan nama.

Salah satu ciri orang cerdas, adalah kemampuannya membedaan. Dalam pandangan awan satu hal dipahami dengan ‘apa yg tampak’ oleh mereka yg punya kemampuan analis tajam, penglihatan yg tampak hanya medium awal menuju pemahaman komperhensif dibalik yg tampak. Hingga tak jarang seorang yg punya kecerdasan tertentu, dalam melihat satu masalah berbeda dengan lainnya.

Dalam dunia pemikiran kita mengenal istilah liberal dan konservatif. Dua hal saling berlawanan. Yang satu mengedepankan semangat kebebasan. Semangat yg ‘melabrak’ apa aja yg dianggap sebagai status-quo, sebuah cara pandang yg dianggap out of date. Sebaliknya konservatif, sebuah gaya berpikir ygmenganggap nilai-nilai yg sudah ‘establish’, sebagai sesuatu yg harus diperjuangkan ‘habis-habisan’ karena sudah terbukti menyelesaikan berbagai persoalan yang timbul. Ada banyak pengalaman yg mengatakan bahwa nilai2 yg tertanam sudah teruji, terbukti mampu menjawab persoalan yang timbul pada masanya.

Dua kutub berbeda ini, sebetulnya punya kelemahan dan kelebihan masing-masing. Kenapa kelebihan yang satu tidak bisa menutupi kekuarangan lainnya. Justru poin utamanya pada penghargaan terhadap keragaman cara penyelesaian persoalan.

Sekali lagi… dee mampu menyatukan kutub yang dianggap ‘bertentangan’ itu…. salut…